Sabtu, 18 Mei 2013

efek samping operasi caesar


Efek Samping Operasi Caesar – Tindakan operasi sesar atau caesar,  dilakukan jika ada indikasi medis yang menyatakan tidak mungkin untuk melakukan persalinan normal. Namun sepertinya masih banyak terjadi salahkaprah dalam memandang persalinan sesar. Akibatnya, persalinan secara caesar dan secara normal seperti sebuah menu yang bisa dipilih. Dan parahnya, dokter pun akan menyetujui pesanan persalinan sesar walaupun pasien cuma ingin memperoleh tanggal kelahiran cantik.Atau tak sedikit yang melakukan sesar hanya supaya vagina tidak robek.
Sekarangkan yang penting fulus, ada fulus, request apapun lancar jaya, termasuk pesan operasi caesar kapan saja. Lalu apakah ibu ibu sadar, jika persalinan caesar tersebut sebenarnya harus dibayar lebih mahal ?

Berikut Efek Samping Operasi Caesar

Sakit tulang belakang

Banyak ibu setelah sesar mengeluh sakit di bagian tulang belakang (tempat dilakukan suntik anastesi sebelum operasi). Keluhan ini umumnya terasa saat membungkukkan badan, mengambil sesuatu dilantai, atau mengangkat beban yang lumayan berat. Sumber rasa nyeri berada tepat pada bekas tusukan jarum suntik saat dilakukan bius lokal.
Alhasil, sehabis melahirkan sesar, ibu tidak disarankan melakukan gerakan yang terlalu mendadak dan drastis serta harus menghindari mengangkat beban berat. Umumnya jika keluhan ini berlarut-larut atau intensitas sakitnya meningkat, ibu disarankan untuk berkonsultasi pada dokter. Kalau perlu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang, misalnya rontgen tulang belakang.
Pada ibu yang melahirkan normal, kondisi ini tidak terjadi. Empat puluh hari bahkan 6 jam setelah bersalin, ibu bisa langsung beraktivitas normal.

Nyeri pada bekas sayatan operasi

Pascaoperasi, saat efek snestesi hilang, nyeri di bekas sayatan bedah akan terasa. Ibu yang melahirkan normal, setelah istirahat 6 jam paling hanya akan merasa letih atau pegal-pegal. Rasa letih ini lekas hilang jika ibu banyak bergerak.

Rasa kebal pada bekas sayatan

Keluhan lain sehabis operasi sesar adalah rasa kebal di bagian atas bekas sayatan operasi. Ini wajar karena saraf di daerah tersebut boleh jadi ada yang terputus akibat sayatan saat operasi. sayangya, butuh waktu kira-kira 6-12 bulan, sampai serabut saraf tersebut menyambung kembali. Pada persalinan normal, putus saraf di perut dipastikan tidak ada.

Nyeri pada bekas jahitan

Keluhan ini sebenarnya wajar,  karena tubuh tengah mengalami luka dan penyembuhannya tidak bisa 100%. Apalagi jika luka tersebut tergolong panjang dan dalam. Perlu diketahui, dalam operasi sesar ada 7 lapisan perut yang harus disayat. Sementara saat proses penutupan luka, 7 lapisan tersebut dijahit satu per satu menggunakan beberapa macam benang jahit.
Nah, dalam proses penyembuhan, tak bisa dihindari terjadinya pembentukan jaringan perut. Jaringan perut inilah yang dapat menyebabkan nyeri saat melakukan aktivitas tertentu, terlebih aktivitas berlebihan atau aktivitas yang memberi penekanan di bagian tersebut.
Pada persalinan normal, walau ada jahitan pada vagina (ini juga tidak pada semua ibu), tapi efeknya tidak akan seperti kondisi ibu di sesar. Ibu yang bersalin normal biasanya tidak akan mengeluhkan apa-apa pada jahitan tersebut.Bahkan vagina bisa dirapatkan kembali setelah habis masa pasca melahirkan.

Rasa mual dan Muntah

Rasa mual muntah yang umumnya timbul akibat sisa-sisa anestesi pada diri ibu. Efek seperti ini, tidak ditemukan pada ibu bersalin normal. Yang ibu rasakan hanyalah perasaan letih, lapar dan haus.

Muncul keloid dan bekas jahitan

Selama masa penyembuhan luka operasi, banyak ibu yang gundah karena perutnya tak lagi mulus. Apalagi di bekas jahitan muncul benjolan memanjang yang di sebut keloid. Munculnya keloid pada bekas sayatan operasi sesar biasanya disebabkan oleh paparan cairan ketuban yang mengandung faktor pertumbuhan sel, jenis benang yang dipakai, teknik menjahit, serta bakat seseorang dalam reaksi jaringan.
Pada ibu yang bersalin normal, mendambakan perut yang tetap mulus seperti saat gadis bukanlah masalah berarti.

Gatal pada bekas jahitan

Rasa gatal di bekas jahitan sangat mengganggu dan mendorong ibu menggaruknya. Sedihnya, tidak disarankan bagi ibu untuk menggaruk karena dikhawatirkan jahitan akan terbuka dan menimbulkan dampak lebih parah. Rasa gatal bisa timbul akibat adanya infeksi pada daerah luka operasi seperti infeksi jamur atau karena reaksi penyembuhan luka yang berlebihan.
Bila penyebabnya infeksi biasanya akan tampak tanda radang di daerah jahitan (ditandai dengan kulit yang berwarna kemerahan, ada luka, ada cairan yang keluar, terasa panas dan terasa nyeri bila ditekan). Berbeda bila disebabkan reaksi kulit yang berlabihan, kulit di daerah jahitan menebal dan mengeras serta menonjol dibanding permukaan kulit lainnya. Inilah yang di sebut keloid. Ibu bersalin normal tidak merasakan hal ini karena tidak ada luka sayatan di daerah perut.

Berpeluang infeksi pada luka

Ibu yang melahirkan secara sesar harus menjaga luka di perutnya agar jangan sampai terkena air dan terinfeksi. Proses penyembuhan luka bekas sesar biasanya berlangsung 10 hari.
Bagi ibu yang bersalin normal, perawatan luka kemungkinan di lakukan di bibir vagina yang diepisiotomi (digunting sedikit). Jika tak ada indikasi perlunya eposiotomi, setelah bersalin normal dan kembali bugar, ibu boleh mandi sesuka hati.

Harus minum antibiotik

Untuk mencegah infeksi pada luka sayatan sesar, pascaoperasi ibu , mau tak mau akan diberi antibiotik untuk beberapa hari kedepan. Jadi, sabar-sabar saja untuk tidak putus obat sepanjang dosis ynag ditentukan dokter.Tahukah anda bahwa minum antibiotik itu bukan tanpa resiko?
Ibu bersalin normal, tidak perlu antibiotik. Yang mesti dipenuhi adalah asupan makanan 4 sehat 5 sempurna dan minum minimal 8 gelas sehari.

Tidak boleh segera hamil lagi

Jarak aman antarkehamilan yang disarankan adalah 2 tahun setelah sesar, meski ini bukan angka mati karena terpulang kembali pada kondisi masing-masing ibu. Idealnya, sehabis menjalani operasi sesar, tunda kehamilan sampai luka operasi dan jahitannya benar-benar sembuh dan kuat. Kehamilan selagi jahitan masih “basah” dan belum kuat dikhawatirkan membuatnya lepas dan selanjutnya membahayakan ibu seiring dengan membesarnya perut. Selain itu, tenggang waktu 2 tahun ini juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada organ-organ reproduksi maupun organ lainnya untuk beristirahat.
Pada ibu yang bersalin normal, jarak setahun tidaklah masalah. Namun, tentu saja jarak kehamilan sedekat ini tidak dianjurkan karena tidak terlalu baik bagi psikis anak yang sangat membutuhkan perhatian penuh sampai ia cukup mandiri dan bisa berbagi.

Mobilitas menjadi terbatas

Dalam waktu 24 jam, mobilisasi ibu pascapersalinan sesar mesti dilakukan secara lebih lama dan lebih bertahap. Tanpa itu, proses penyembuhan luka bisa mengalami gangguan.
Ibu yang melahirkan normal, setelah 6 jam beristirahat hanya perlu tahapan singkat mobilisasi. Setelah itu, ibu dapat langsung beraktivitas seperti biasa.

Melakukan latihan pernafasan dan batuk

Latihan pernapasan dan batuk bagi ibu sesar dimaksudkan untuk membantu mengeluarkan sisa-sisa anestesi. Tujuannya agar paru-paru benar-benar bersih dan terhindar dari resiko pneumonia.
Ibu bersalin normal tidak perlu susah-susah melakukan latihan napas dan batuk. Cukup lakukan senam ringan yang akan membantu proses pemulihan.

Kemungkinan sembelit

Sehabis menjalani operasi sesar, biasanya ibu baru bisa buang iar besar beberapa hari kemudian. Pada ibu yang bersalin normal, kondisi sembelit umumnya tidak ditemui.Baca: Mengatasi sembelit setelah melahirkan

Hanya dibatasi memiliki 3 anak

Mereka yang sudah menjalani 3x operasi sesar mau tidak mau harus bersedia disteril. Ini adalah standar medis di indonesia guna menghindari hal-hal yang sangat membahayakan ibu maupun janinnya. Juga karena memang belum ada RS yang menyediakan teknologi muktahir untuk melakukan operasi sesar keempat kalinya pada ibu yang sama.
Pada ibu yang melakukan persalinan normal, setelah bersalin anak ketiga, jika masih berencana ingin punya anak keempat dan seterusnya boleh-boleh saja. Dengan catatan ibu mampu lahir dan batin.

Syarat syarat lain, ini dan itu

Meski tergantung pada jenis anestesi yang digunakan, kemungkinan besar sehabis disesar ibu tidak boleh langsung minum sampai mendapat izin dari dokter. Ibu sesar juga mesti mengalami pemasangan kateter sebelum operasi dimulai yang dilepas setelah 24 jam. Biasanya setelah kateter dilepas, ibu sulit Buang Air Kecil(BAK).
Pada ibu yang melahirkan secara normal, minum dan makan bisa dilakukan kapan saja setelahnya. Selain itu, tidak ada proses pemasangan kateter dan BAK atau BAB bisa dilakukan langsung secara normal.
Setelah operasi ibu yang bersalin sesar juga harus rela badannya disuntik jarum infus yang tidak akan dirasakan oleh ibu yang bersalin normal.
Bagaimana? Apakah bersalin sesar masih dianggap lebih baik daripada secara alami? Sekali lagi, persalinan sesar hanya lebih baik jika memang terdapat indikasi medis pada ibu dan janin.Percayalah, Tuhan itu maha adil dan Tuhan telah menganugerahkan yang terbaik bagi manusia dan semua makhluk ciptaannya.Jadi, ilmu manusia itu bagai setets air dilautan jika dibanding dengan Ilmu Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar